Cara Mengatasi Hydration Error di Next.js [Panduan Lengkap 2026]

スポンサーリンク

Cara Mengatasi Hydration Error di Next.js [Panduan Lengkap 2026]

Apakah Anda tiba-tiba melihat “Hydration failed because the initial UI does not match what was rendered on the server” atau “Text content does not match server-rendered HTML” saat mengembangkan aplikasi dengan Next.js? Artikel ini memberikan panduan lengkap yang diperbarui untuk tahun 2026, mencakup penyebab dan solusi konkret untuk hydration error, termasuk lingkungan Next.js 15 terbaru.


Apa Itu Error Ini? Gejala yang Akan Anda Lihat

Hydration Error di Next.js terjadi ketika ada ketidakcocokan antara HTML yang dihasilkan oleh server-side rendering (SSR) dan HTML yang coba dirender oleh React pada rendering pertama di sisi klien.

Apa Itu Hydration?

Hydration adalah proses di mana React mengambil HTML statis yang sudah di-prerender dari server dan menambahkan event handler serta state agar menjadi “interaktif” di browser. Proses ini disebut “hydration” karena menyuntikkan interaktivitas—seperti menambahkan air untuk menghidupkan sesuatu.

Pesan Error yang Umum

Berikut adalah pesan error tipikal yang ditemui developer di console atau browser:

  • Hydration failed because the initial UI does not match what was rendered on the server.
  • Text content does not match server-rendered HTML.
  • Error: Hydration failed because the server rendered HTML didn't match the client.
  • Warning: Expected server HTML to contain a matching <div> in <p>.

Kapan Error Ini Terjadi?

Error ini terutama muncul dalam situasi berikut:

  • Error merah muncul di console browser selama pengembangan aplikasi Next.js
  • Bagian halaman tidak dirender dengan benar atau interaksi tidak berfungsi di produksi
  • Sering pertama kali terdeteksi saat preview setelah build
  • Ekstensi Chrome yang memodifikasi DOM juga dapat memicunya

Dalam hal dampak, ketika hydration error terjadi, React mencoba membangun ulang DOM secara lengkap di sisi klien, yang dapat menurunkan performa. Selain itu, di Next.js 15 dan versi selanjutnya (React 19), hydration error ditangani lebih ketat—yang sebelumnya berupa peringatan sekarang bisa muncul sebagai error.


Mengapa Error Ini Terjadi?

Hydration error memiliki banyak penyebab, tetapi secara umum dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok berikut.

Penyebab 1: Menggunakan API Khusus Browser (window, localStorage, navigator)

Karena lingkungan browser tidak ada di sisi server, mereferensikan langsung objek khusus browser seperti window, localStorage, navigator, atau document dalam logika rendering menghasilkan output yang berbeda di server dan klien.

// ❌ SALAH: window tidak ada di server, menyebabkan ketidakcocokan
function MyComponent() {
  const width = window.innerWidth; // Error atau undefined di server
  return <div>{width > 768 ? 'Desktop' : 'Mobile'}</div>;
}

Pola tipikal adalah menggunakan percabangan kondisional typeof window !== 'undefined' dalam rendering, yang mengembalikan JSX berbeda di server dan klien, sehingga menyebabkan error.

Penyebab 2: Menggunakan Tanggal, Waktu, dan Nilai Acak

Fungsi yang mengembalikan nilai berbeda setiap kali dipanggil—seperti new Date(), Date.now(), Math.random(), dan crypto.randomUUID()—akan menghasilkan nilai yang tidak cocok antara server dan klien saat digunakan selama rendering.

// ❌ SALAH: Waktu berbeda ditampilkan di server dan klien
function Clock() {
  return <p>Waktu saat ini: {new Date().toLocaleTimeString()}</p>;
}

Perbedaan zona waktu juga merupakan penyebab umum. Ketika server berjalan di UTC dan klien di zona waktu lokal, objek Date yang sama menghasilkan string yang berbeda.

Penyebab 3: Nesting HTML yang Tidak Valid

Ketika struktur HTML melanggar aturan nesting (misalnya, menempatkan <div> di dalam tag <p>), browser otomatis mengoreksi HTML, menciptakan ketidakcocokan antara HTML yang dikirim server dan DOM yang diinterpretasikan browser.

// ❌ SALAH: <div> tidak bisa ditempatkan di dalam <p>
function BadNesting() {
  return (
    <p>
      Teks
      <div>Bagian ini bermasalah</div>
    </p>
  );
}

Penyebab 4: Ekstensi Chrome yang Memodifikasi DOM

Pada tahun 2026, salah satu penyebab yang paling menjengkelkan bagi banyak developer adalah ekstensi Chrome. Ekstensi seperti ColorZilla, Grammarly, Google Translate, dan pengelola kata sandi menambahkan atribut atau elemen ke DOM sebelum hydration React dimulai, menyebabkan ketidakcocokan dengan HTML server.

Khususnya di lingkungan Next.js 15 + React 19, atribut yang disuntikkan oleh ekstensi seperti cz-shortcut-listen="true" telah dilaporkan sebagai penyebab langsung hydration error.

Penyebab 5: Script Pihak Ketiga dan Interferensi Widget

Script pihak ketiga seperti Google Analytics, alat pengujian A/B, widget chat, dan script iklan dapat memodifikasi DOM sebelum hydration React, memicu error.


Solusi 1: Rendering Khusus Klien dengan useEffect (Direkomendasikan)

Solusi yang paling direkomendasikan adalah menggunakan hook useEffect untuk menetapkan nilai hanya di sisi klien. Karena useEffect dijalankan setelah hydration selesai, ia menjaga konsistensi HTML antara server dan klien.

Langkah 1: Pola Kombinasi state dan useEffect

Ketika Anda membutuhkan nilai khusus browser (lebar layar, nilai localStorage, dll.), tetapkan nilai awal agar cocok dengan server, lalu perbarui ke nilai khusus klien di dalam useEffect.

'use client';
import { useState, useEffect } from 'react';

function ResponsiveComponent() {
  // Langkah 1: Tetapkan nilai awal yang cocok dengan server
  const [isMobile, setIsMobile] = useState(false);

  // Langkah 2: Tetapkan nilai khusus klien di useEffect
  useEffect(() => {
    setIsMobile(window.innerWidth < 768);

    const handleResize = () => setIsMobile(window.innerWidth < 768);
    window.addEventListener('resize', handleResize);
    return () => window.removeEventListener('resize', handleResize);
  }, []);

  return (
    <div>
      {isMobile ? <MobileNav /> : <DesktopNav />}
    </div>
  );
}

Langkah 2: Pola Pelacakan Status Mount

Pola yang lebih serbaguna melacak apakah komponen telah di-mount di sisi klien.

'use client';
import { useState, useEffect } from 'react';

function ClientOnlyComponent() {
  const [isMounted, setIsMounted] = useState(false);

  useEffect(() => {
    setIsMounted(true);
  }, []);

  if (!isMounted) {
    return <div className="skeleton">Memuat...</div>;
  }

  return (
    <div>
      <p>Waktu saat ini: {new Date().toLocaleTimeString()}</p>
      <p>Browser: {navigator.userAgent}</p>
    </div>
  );
}

Langkah 3: Buat Custom Hook yang Dapat Digunakan Ulang

Kami merekomendasikan membuat custom hook untuk digunakan ulang di seluruh proyek Anda.

// hooks/useHydration.ts
'use client';
import { useState, useEffect } from 'react';

export function useHydrated() {
  const [hydrated, setHydrated] = useState(false);

  useEffect(() => {
    setHydrated(true);
  }, []);

  return hydrated;
}

// Penggunaan
function MyComponent() {
  const hydrated = useHydrated();

  if (!hydrated) return <Skeleton />;

  return <div>{/* Konten khusus klien */}</div>;
}

Catatan Penting

  • Sangat penting untuk mempertahankan output yang sama dengan server selama render awal useEffect
  • Gunakan UI skeleton atau indikator loading untuk meminimalkan degradasi pengalaman pengguna
  • Pendekatan ini dapat mempengaruhi SEO, jadi terapkan dengan hati-hati pada konten yang ingin Anda indeks oleh mesin pencari

Solusi 2: Nonaktifkan SSR dengan Dynamic Import

Ketika pola useEffect kurang praktis atau ketika seluruh komponen hanya untuk klien, Anda dapat menonaktifkan SSR menggunakan dynamic() dari Next.js.

Penggunaan Dasar

import dynamic from 'next/dynamic';

const ClientOnlyChart = dynamic(
  () => import('../components/Chart'),
  {
    ssr: false,
    loading: () => <p>Memuat grafik...</p>
  }
);

export default function Dashboard() {
  return (
    <div>
      <h1>Dasbor</h1>
      <ClientOnlyChart />
    </div>
  );
}

Penggunaan dengan App Router

Dengan Next.js 13+ App Router, dynamic bekerja dengan cara yang sama.

// app/dashboard/page.tsx
import dynamic from 'next/dynamic';

const MapComponent = dynamic(
  () => import('@/components/Map'),
  { ssr: false }
);

export default function DashboardPage() {
  return (
    <main>
      <h1>Tampilan Peta</h1>
      <MapComponent />
    </main>
  );
}

Solusi 3: Perbaiki Struktur HTML dan Tangani Ekstensi Browser (Lanjutan)

Memperbaiki Masalah Nesting HTML

// ❌ SALAH: <div> tidak bisa masuk ke dalam <p>
<p>Teks<div>Elemen blok</div></p>

// ✅ BENAR: Bungkus dengan <div> atau gunakan <span>
<div>
  <p>Teks</p>
  <div>Elemen blok</div>
</div>

// ✅ BENAR: Gunakan elemen inline
<p>Teks<span>Elemen inline</span></p>

Menangani Ekstensi Chrome

Metode A: Batasi akses ekstensi ke situs. Klik kanan ikon ekstensi Chrome dan ubah “Baca dan ubah data situs” menjadi “Saat Anda mengklik ekstensi”.

Metode B: Buat profil browser khusus pengembangan tanpa ekstensi.

Metode C: Gunakan suppressHydrationWarning secara selektif.

// app/layout.tsx
export default function RootLayout({ children }) {
  return (
    <html lang="id">
      <body suppressHydrationWarning={true}>
        {children}
      </body>
    </html>
  );
}

Cara Mencegah Hydration Error

1. Hindari Kode yang Bergantung pada Lingkungan Saat Rendering

Jangan gunakan kode yang menghasilkan nilai berbeda tergantung lingkungan di dalam pernyataan return komponen. Pindahkan semua logika yang bergantung pada lingkungan ke dalam useEffect.

2. Manfaatkan CSS Media Queries

.mobile-only { display: none; }
.desktop-only { display: block; }

@media (max-width: 768px) {
  .mobile-only { display: block; }
  .desktop-only { display: none; }
}

3. Otomasi Validasi HTML

Gunakan plugin jsx-a11y dari ESLint dan aturan eslint-plugin-react untuk mendeteksi nesting HTML yang tidak valid saat build.

4. Siapkan Lingkungan Pengujian

  • Uji secara berkala dengan next build && next start
  • Uji dengan profil browser bersih tanpa ekstensi
  • Pantau hydration error di produksi menggunakan alat seperti Sentry

5. Optimalkan Penempatan Script Pihak Ketiga

import Script from 'next/script';

<Script src="https://example.com/analytics.js" strategy="afterInteractive" />
<Script src="https://example.com/widget.js" strategy="lazyOnload" />

Ringkasan

Hydration Error di Next.js disebabkan oleh ketidakcocokan antara hasil rendering server dan klien. Di lingkungan Next.js 15 + React 19 tahun 2026, pemeriksaan dilakukan lebih ketat dari sebelumnya, sehingga pemahaman dan penanganan yang tepat menjadi semakin penting.

Poin Penting:

  1. Pola useEffect adalah solusi paling efektif untuk sebagian besar kasus
  2. Dynamic import (ssr: false) harus digunakan ketika seluruh komponen bergantung pada klien
  3. Selalu perhatikan struktur HTML yang benar
  4. Untuk masalah ekstensi Chrome, gunakan profil pengembangan atau suppressHydrationWarning
  5. Prioritaskan CSS Media Queries daripada percabangan kondisional JavaScript

Referensi

コメント

タイトルとURLをコピーしました